Jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi SMK Karya Nugraha Boyolali menyediakan berbagai fasilitas praktik untuk mendukung pembelajaran teknologi fiber optic, FTTH, jaringan telekomunikasi, pengukuran optik, splicing, instalasi, dan troubleshooting.
Peralatan Telekomunikasi
Trainer Praktik
Laboratorium
Praktik Berbasis Kompetensi
Siswa belajar menggunakan berbagai peralatan telekomunikasi melalui praktik langsung.
Peralatan preparasi dan pemotong ujung core serat optik secara presisi sebelum proses splicing.
Media pembelajaran simulasi jaringan Fiber To The Home lengkap dari sentral (OLT), jaringan distribusi (ODC/ODP), hingga perangkat pelanggan (ONT).
Perangkat pengukuran daya sinyal optik dan sumber cahaya laser untuk menguji redaman (loss) jaringan fiber optik.
Alat ukur optik untuk menganalisis karakteristik kabel fiber optik, mendeteksi titik putus (fault locator), dan mengukur panjang serta redaman total jaringan.
Alat penyambung serat optik presisi tinggi dengan teknologi peleburan busur listrik otomatis dan estimasi redaman sambungan.
Ruang praktik utama jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi yang didukung oleh PT Telkom Indonesia untuk simulasi jaringan FTTH, penyambungan serat optik, dan pengujian jaringan.
Berikut adalah peralatan utama yang digunakan siswa dalam kegiatan praktik di jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi SMK Karya Nugraha Boyolali.
Alat-alat yang digunakan dalam proses penyambungan serat optik.
Alat penyambungan serat optik menggunakan teknologi pelelehan (fusion) untuk menghasilkan sambungan permanen dengan loss rendah.
Menyambung serat optik secara permanen dengan kualitas sambungan tinggi.
Alat pemotong serat optik presisi tinggi yang menghasilkan permukaan potong rata dan tegak lurus untuk proses splicing.
Memotong ujung serat optik dengan sudut potong tepat agar splicing optimal.
Alat pengupas coating dan buffer serat optik sebelum proses pemotongan dan penyambungan.
Mengupas lapisan pelindung (coating) fiber tanpa merusak serat kaca.
Alat-alat untuk pengujian, deteksi gangguan, dan persiapan fiber.
Alat pendeteksi gangguan fiber menggunakan laser merah yang tampak secara visual untuk menemukan titik putus atau bengkok.
Mendeteksi lokasi patah, bengkok berlebihan, atau konektor rusak pada fiber.
Alat pengukur daya optik (optical power) pada jaringan fiber optic dalam satuan dBm.
Mengukur besarnya daya cahaya yang diterima pada ujung fiber optic.
Sumber cahaya stabil yang digunakan bersama OPM untuk mengukur loss (redaman) pada link fiber optic.
Memberikan sumber cahaya referensi untuk pengujian loss pada jalur fiber.
Alat pengukuran optik yang mampu menganalisis kondisi serat optik secara menyeluruh, mendeteksi event dan lokasi gangguan.
Mengukur panjang fiber, loss per titik, dan mendeteksi lokasi kerusakan/gangguan.
Alat untuk mengidentifikasi serat optik yang sedang aktif dengan mendeteksi adanya sinyal optik tanpa harus memutus atau memotong jalur fiber.
Mengidentifikasi fiber optik yang aktif, mengetahui arah sinyal, serta membantu menentukan jalur kabel fiber yang sedang digunakan.
Perangkat aktif dan pasif pada jaringan Fiber To The Home.
Perangkat aktif di sisi sentral (Central Office) yang mengelola trafik data ke seluruh pelanggan jaringan GPON.
Mengatur dan mendistribusikan layanan internet ke seluruh ONT pelanggan.
Perangkat optik di sisi pelanggan yang mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik untuk layanan internet, telepon, dan IPTV.
Menerima sinyal optik dari OLT dan mendistribusikan layanan ke pelanggan.
Titik distribusi terakhir sebelum drop cable menuju pelanggan, berisi splitter dan tempat terminasi kabel fiber.
Mendistribusikan sinyal optik dari ODC ke pelanggan melalui drop cable.
Komponen pasif yang membagi satu jalur sinyal optik menjadi beberapa jalur output untuk melayani banyak pelanggan.
Membagi sinyal optik secara merata ke beberapa jalur output pelanggan.
Berbagai jenis kabel fiber optic (single mode, multimode) beserta konektor, adapter, pigtail, dan patchcord.
Media transmisi sinyal cahaya pada jaringan telekomunikasi fiber optic.
Klik setiap komponen untuk melihat penjelasan.
Mengukur daya optik pada jaringan fiber optic.
Hubungkan OPM dengan kabel fiber menggunakan adapter yang sesuai, kemudian baca nilai daya optik.
KompetensiPengukuran dBm dan analisis link budget.
Memberikan sumber cahaya untuk pengujian link fiber.
Hubungkan OLS pada salah satu ujung fiber dan gunakan OPM pada sisi lainnya.
KompetensiPengukuran loss menggunakan OLS dan OPM.
Menganalisis kondisi dan lokasi gangguan fiber optic.
Hubungkan OTDR dengan fiber menggunakan launch cable kemudian lakukan pengukuran.
KompetensiEvent Map, splice loss dan fiber break.
Membantu menemukan putus atau gangguan pada fiber.
Hubungkan VFL ke konektor fiber kemudian amati cahaya merah pada jalur fiber.
KompetensiPemeriksaan kontinuitas dan fiber break.
Membantu mengidentifikasi fiber pada jaringan optik.
Tempatkan fiber pada sensor Fiber Identifier sesuai petunjuk alat.
KompetensiIdentifikasi jalur fiber dan troubleshooting.
Fasilitas praktik diarahkan untuk membantu siswa memahami kompetensi yang dibutuhkan pada dunia kerja telekomunikasi.