FASILITAS JURUSAN TTT

Belajar Teknologi Telekomunikasi dengan Fasilitas Praktik yang Nyata

Jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi SMK Karya Nugraha Boyolali menyediakan berbagai fasilitas praktik untuk mendukung pembelajaran teknologi fiber optic, FTTH, jaringan telekomunikasi, pengukuran optik, splicing, instalasi, dan troubleshooting.

Fasilitas TTT

Mendukung Pembelajaran Berbasis Praktik

0+

Peralatan Telekomunikasi

0+

Trainer Praktik

0

Laboratorium

0%

Praktik Berbasis Kompetensi

FASILITAS UTAMA

Peralatan Praktik Teknik Transmisi Telekomunikasi

Siswa belajar menggunakan berbagai peralatan telekomunikasi melalui praktik langsung.

Fiber Cleaver & Stripper

Fiber Cleaver & Stripper

Peralatan preparasi dan pemotong ujung core serat optik secara presisi sebelum proses splicing.

Trainer FTTH (OLT, ODP, ONT)

Trainer FTTH (OLT, ODP, ONT)

Media pembelajaran simulasi jaringan Fiber To The Home lengkap dari sentral (OLT), jaringan distribusi (ODC/ODP), hingga perangkat pelanggan (ONT).

Optical Power Meter (OPM) & Optical Light Source (OLS)

Optical Power Meter (OPM) & Optical Light Source (OLS)

Perangkat pengukuran daya sinyal optik dan sumber cahaya laser untuk menguji redaman (loss) jaringan fiber optik.

OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

Alat ukur optik untuk menganalisis karakteristik kabel fiber optik, mendeteksi titik putus (fault locator), dan mengukur panjang serta redaman total jaringan.

Fusion Splicer

Fusion Splicer

Alat penyambung serat optik presisi tinggi dengan teknologi peleburan busur listrik otomatis dan estimasi redaman sambungan.

Laboratorium Fiber Optik Telkom

Laboratorium Fiber Optik Telkom

Ruang praktik utama jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi yang didukung oleh PT Telkom Indonesia untuk simulasi jaringan FTTH, penyambungan serat optik, dan pengujian jaringan.

PERALATAN PRAKTIK

Daftar Peralatan Praktik Jurusan TTT

Berikut adalah peralatan utama yang digunakan siswa dalam kegiatan praktik di jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi SMK Karya Nugraha Boyolali.

Peralatan Instalasi Fiber Optik

Alat-alat yang digunakan dalam proses penyambungan serat optik.

Fusion Splicer
Fusion Splicer

Alat penyambungan serat optik menggunakan teknologi pelelehan (fusion) untuk menghasilkan sambungan permanen dengan loss rendah.

Spesifikasi:
  • Splicing loss ≤ 0.02 dB
  • Heating time 30 detik
  • Fiber alignment: Core/Clad
  • 250μm / 900μm coating
Fungsi:

Menyambung serat optik secara permanen dengan kualitas sambungan tinggi.

Fiber Cleaver
Fiber Cleaver

Alat pemotong serat optik presisi tinggi yang menghasilkan permukaan potong rata dan tegak lurus untuk proses splicing.

Spesifikasi:
  • Cleave angle: ≤ 0.5°
  • Fiber diameter: 125μm
  • Blade life: 48.000x potong
  • Clad diameter: 80-150μm
Fungsi:

Memotong ujung serat optik dengan sudut potong tepat agar splicing optimal.

Fiber Optic Stripper
Fiber Optic Stripper

Alat pengupas coating dan buffer serat optik sebelum proses pemotongan dan penyambungan.

Spesifikasi:
  • Tipe: CFS-2 / CFS-3
  • Coating: 250μm / 900μm
  • Material: Stainless steel
  • Presisi tinggi
Fungsi:

Mengupas lapisan pelindung (coating) fiber tanpa merusak serat kaca.

Peralatan Pengujian & Deteksi

Alat-alat untuk pengujian, deteksi gangguan, dan persiapan fiber.

Visual Fault Locator (VFL)
Visual Fault Locator (VFL)

Alat pendeteksi gangguan fiber menggunakan laser merah yang tampak secara visual untuk menemukan titik putus atau bengkok.

Spesifikasi:
  • Wavelength: 650 nm (laser merah)
  • Output power: ≤ 10 mW
  • Jarak deteksi: hingga 10 km
  • Mode: CW/Flash
Fungsi:

Mendeteksi lokasi patah, bengkok berlebihan, atau konektor rusak pada fiber.

Optical Power Meter (OPM)
Optical Power Meter (OPM)

Alat pengukur daya optik (optical power) pada jaringan fiber optic dalam satuan dBm.

Spesifikasi:
  • Range: -70 ~ +10 dBm
  • Wavelength: 850/1300/1310/1490/1550/1625 nm
  • Akurasi: ±0.2 dB
  • Konektor: SC/FC/ST
Fungsi:

Mengukur besarnya daya cahaya yang diterima pada ujung fiber optic.

Optical Light Source (OLS)
Optical Light Source (OLS)

Sumber cahaya stabil yang digunakan bersama OPM untuk mengukur loss (redaman) pada link fiber optic.

Spesifikasi:
  • Wavelength: 1310/1550 nm
  • Output power: -5 ~ -7 dBm
  • Stabilitas: ±0.05 dB/15 min
  • Modulation: CW/270Hz/1kHz/2kHz
Fungsi:

Memberikan sumber cahaya referensi untuk pengujian loss pada jalur fiber.

OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)
OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

Alat pengukuran optik yang mampu menganalisis kondisi serat optik secara menyeluruh, mendeteksi event dan lokasi gangguan.

Spesifikasi:
  • Wavelength: 1310/1550 nm
  • Dynamic range: 28-40 dB
  • Dead zone: ≤ 1m
  • Event map display
Fungsi:

Mengukur panjang fiber, loss per titik, dan mendeteksi lokasi kerusakan/gangguan.

Fiber Identifier
Fiber Identifier

Alat untuk mengidentifikasi serat optik yang sedang aktif dengan mendeteksi adanya sinyal optik tanpa harus memutus atau memotong jalur fiber.

Spesifikasi:
  • Wavelength: 1310/1490/1550/1625 nm
  • Fiber type: Single Mode
  • Signal detection: Tone/Traffic
  • Non-destructive testing
Fungsi:

Mengidentifikasi fiber optik yang aktif, mengetahui arah sinyal, serta membantu menentukan jalur kabel fiber yang sedang digunakan.

Perangkat Jaringan FTTH

Perangkat aktif dan pasif pada jaringan Fiber To The Home.

OLT (Optical Line Terminal)
OLT (Optical Line Terminal)

Perangkat aktif di sisi sentral (Central Office) yang mengelola trafik data ke seluruh pelanggan jaringan GPON.

Spesifikasi:
  • Teknologi: GPON/EPON
  • Port: SFP modul optik
  • Kapasitas: 1:128 splitting
  • Downstream: 2.5 Gbps
Fungsi:

Mengatur dan mendistribusikan layanan internet ke seluruh ONT pelanggan.

ONT (Optical Network Terminal)
ONT (Optical Network Terminal)

Perangkat optik di sisi pelanggan yang mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik untuk layanan internet, telepon, dan IPTV.

Spesifikasi:
  • Port: 1 PON, 4 LAN, 1 TEL, WiFi
  • Downstream: 2.5 Gbps
  • Upstream: 1.25 Gbps
  • Power: 12V DC
Fungsi:

Menerima sinyal optik dari OLT dan mendistribusikan layanan ke pelanggan.

ODP (Optical Distribution Point)
ODP (Optical Distribution Point)

Titik distribusi terakhir sebelum drop cable menuju pelanggan, berisi splitter dan tempat terminasi kabel fiber.

Spesifikasi:
  • Kapasitas: 8/16 port SC/APC
  • Splitter: 1:8 / 1:16
  • Tipe: Pole / Wall mounted
  • Material: ABS/PC tahan cuaca
Fungsi:

Mendistribusikan sinyal optik dari ODC ke pelanggan melalui drop cable.

Spliter
Spliter

Komponen pasif yang membagi satu jalur sinyal optik menjadi beberapa jalur output untuk melayani banyak pelanggan.

Spesifikasi:
  • Rasio: 1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64
  • Insertion loss: 3.5~21 dB
  • Wavelength: 1260-1650 nm
  • Konektor: SC/APC
Fungsi:

Membagi sinyal optik secara merata ke beberapa jalur output pelanggan.

Kabel Fiber Optic & Aksesoris
Kabel Fiber Optic & Aksesoris

Berbagai jenis kabel fiber optic (single mode, multimode) beserta konektor, adapter, pigtail, dan patchcord.

Spesifikasi:
  • Single Mode: 9/125μm (G.652D)
  • Konektor: SC, FC, LC, ST
  • Patchcord: SC/APC - SC/APC
  • Pigtail: SC/APC 12 warna
Fungsi:

Media transmisi sinyal cahaya pada jaringan telekomunikasi fiber optic.

PRAKTIK FTTH

Alur Jaringan Fiber To The Home

Klik setiap komponen untuk melihat penjelasan.

ISP
OLT
ODF
ODC
Splitter
ODP
Drop Cable
ONT
Router
Pelanggan
PERALATAN PENGUKURAN

Peralatan Pengukuran Fiber Optic

Optical Power Meter

Optical Power Meter

Mengukur daya optik pada jaringan fiber optic.


Cara Penggunaan

Hubungkan OPM dengan kabel fiber menggunakan adapter yang sesuai, kemudian baca nilai daya optik.

Kompetensi

Pengukuran dBm dan analisis link budget.

Optical Light Source

Optical Light Source

Memberikan sumber cahaya untuk pengujian link fiber.


Cara Penggunaan

Hubungkan OLS pada salah satu ujung fiber dan gunakan OPM pada sisi lainnya.

Kompetensi

Pengukuran loss menggunakan OLS dan OPM.

OTDR

OTDR

Menganalisis kondisi dan lokasi gangguan fiber optic.


Cara Penggunaan

Hubungkan OTDR dengan fiber menggunakan launch cable kemudian lakukan pengukuran.

Kompetensi

Event Map, splice loss dan fiber break.

Visual Fault Locator

Visual Fault Locator

Membantu menemukan putus atau gangguan pada fiber.


Cara Penggunaan

Hubungkan VFL ke konektor fiber kemudian amati cahaya merah pada jalur fiber.

Kompetensi

Pemeriksaan kontinuitas dan fiber break.

Fiber Identifier

Fiber Identifier

Membantu mengidentifikasi fiber pada jaringan optik.


Cara Penggunaan

Tempatkan fiber pada sensor Fiber Identifier sesuai petunjuk alat.

Kompetensi

Identifikasi jalur fiber dan troubleshooting.

DUNIA INDUSTRI

Belajar dengan Standar Dunia Industri

Fasilitas praktik diarahkan untuk membantu siswa memahami kompetensi yang dibutuhkan pada dunia kerja telekomunikasi.

Fiber Optic Technician
FTTH Technician
Network Technician
Teknisi Instalasi Telekomunikasi
Teknisi Maintenance
Teknisi Jaringan Akses